No comments yet

Doktrin Tentang Sorga & Neraka

KEADAAN KEKAL

dilihat: 931 kali

A. Sorga.

Sorga adalah tempat kediaman Allah dan malaikat pilihan. Ini adalah rumah yang kekal dari semua manusia yang ditebus. Kata Ibrani “Shamayin” berarti “Sorga”. Kata Grika “Ouranoi” diterjemahkan “Sorga” atau “Langit”.

1. Sorga adalah tempat yang sebenarnya (Kejadian 2:1,4; Ulangan 10:14).

2. Sorga dikatakan sebagai tempat kediaman Allah (II Tawarikh 6:25, 33, 35, 39; Ibrani 1:10; 4:14; Daniel 4:26, Zakharia 12:1).

3. Sorga diciptakan oleh Tuhan Allah (1 Tawarikh 16:26,31; Ayub 9:8).

4. Kitab Suci mengajarkan bahwa ada tiga langit dan ketiga langit ini realitasnya dibayangkan di bumi di tiga tempat di Tabernakel Musa dan Bait Salomo. Tempat kudus di bumi sebagai bayangan tempat kudus sorgawi, sebagaimana diterangkan di buku Ibrani dan Wahyu (Ibrani 8:1-5; 9:1-28; Mazmur 19:1-6; Amos 9:6; Wahyu 11:9; 15:1-5). Yesus Kristus adalah pelayan di Bait Suci sebagai Imam Besar kita.

a. Langit Yang Ketiga, atau di kehadiran Allah, disebut juga Firdaus. Ini adalah sorga yang paling kudus atau tempat maha kudus. Ini adalah ruang takhta ke-Allahan yang kekal, tempat dari terang-benderangnya kemuliaan Allah. Ini disebut di Alkitab sebagai:

1). Langit yang ketiga (II Korintus 12:1-4).
2). Firdaus (Lukas 23:43; Wahyu 2:7; II Korintus 12:1-4).
3). Sorga di hadirat Allah (Ibrani 9:24).
4). Sorga, tempat kediaman Allah (II Tawarikh 6:30-35).
5). Langit yang mengatasi segala langit (II Tawarikh 6:18; 2:6).
6). Langit, tahta Allah (Matius 5:34; Wahyu 4:2a; Kisah 7:47-50; Yesaya 66:1-4).

b. Langit Kedua. Langit kedua, yang adalah pusat, adalah langit planet. Ini sesuai dengan tempat kudus di Tabernakel. Di langit itulah yang di dalamnya ada bilyunan planet, galaksi, bintang-bintang dan matahari yang bersinar-sinar dan bergerak sesuai dengan orbit yang ditentukan Allah dalam berbagai galaksi mereka. Benda-benda langit ini yang dikatakan para nabi akan menjadi gelap pada hari-hari terakhir pada waktu penghukuman sebelum dan saat kedatangan Tuhan Yesus Kristus (Yoel 2:10,30; Hagai 2:6; Yesaya 50:3; 51:6; 13:13; 34:4).

c. Langit Yang Pertama. Langit pertama, dari pandangan manusia, adalah langit atmosfir. Ini adalah langit di atas dan di sekitar planet bumi. Langit atmosfir inilah yang menyebabkan adanya angin dan hujan, yang memungkinkan manusia bernafas. Ini bersesuaian dengan halaman luar di Tabernakel Musa. Langit itu yang akan digulung dan hancur karena panas yang bernyala-nyala (Kejadian 1:8; II Petrus 3:5-6; Wahyu 21:1,2). Langit inilah yang “tertutup” dan yang menahan hujan karena dosa manusia (II Tawarikh 6:26; 1 Raja-raja 17:1; Ulangan 28:23; Imamat 26:19; Ayub1:16; Wahyu 6:13-15; 20:11; 21:1; Ayub 15:15; Wahyu 12:7-12). Langit inilah yang dikotori oleh hadirnya iblis dan malaikat-malaikatnya sampai dikeluarkan.

5. Langit baru, bumi baru dan Yerusalem baru. Alkitab menunjukkan bahwa pada waktunya nanti akan ada langit baru dan bumi baru. Ini akan menjadi tempat kediaman kekal dari orang-orang yang ditebus. Yerusalem baru akan menjadi ibukota yang baru dan alam semesta dan tempat dimana orang percaya berkumpul untuk menyembah dan melayani (Wahyu 21:1-2; Yesaya 65:17; 66:22; II Petrus 3:13). Kitab Suci memberikan sedikit tentang langit baru dan Yerusalem baru, dan inilah penjelasan yang terbaik mengenai tempat kediaman sorgawi kita nanti.

a. Itu adalah langit baru dan bumi baru, karena yang sebelumnya akan berlalu (Kejadian 1:1 dengan Wahyu 21:1).

b. Tidak akan ada lagi laut, yang merupakan pemisah dan pembagi tanah (Wahyu 21:1).

c. Akan ada Yerusalem baru, kota yang kudus, yang berbeda dengan Yerusalem lama, yang menjadi kota yang kotor. Inilah kota yang dicari Abraham, yang pembangun dan pembuatnya adalah Allah (Ibrani 11:10-16; Galatia 4:20; Wahyu 3:12; 21:2).

d. Kota ini akan menjadi Tabernakel Allah, tempat kediaman Allah dan umat tebusanNya. Ia akan menjadi Allah mereka dan mereka dan mereka akan menjadi umatNya, dengan demikian menggenapi janji Perjanjian Baru seperti yang diberitakan di Perjanjian Lama dan Baru (Keluaran 19:4-6); Yeremia 31:31-34; Wahyu 21:3).

e. Tidak akan ada air mata, kesusahan, tangisan atau sakit disana (Wahyu 21:4).

f. Tidak akan ada lagi maut, upah dosa, karena itu adalah bagiannya di bumi dan orang-orang yang belum ditebus (Wahyu 21:4).

g. Kota itu dipenuhi kemuliaan dan kehadiran Allah (Wahyu 21:10-21).

h. Segala sesuatu transparan nanti, yaitu tak ada bayang atau gelap ketidakpastian (Wahyu 21:21).

i. Penyembahan akan berpusat pada Allah dan Anak Domba secara kekal dan bukannya bait atau korban di dunia (Wahyu 21:22).

j. Semua menjadi terang abadi di langit baru dan bumi baru, Yerusalem baru tidak ada gelap atau malam disana (Wahyu 21:23-26; 22:5).

k. Tidak ada orang yang tidak benar atau tidak kudus di kota ini (Wahyu 21:27; 22:1-5).

l. Sungai kehidupan akan ada disana yang muncul dari tahta Allah dan Anak Domba (Wahyu 22:1,7).

m. Pohon kehidupan kekal akan dipulihkan bagi manusia di Firdaus sorgawi ini. Manusia mendapat pemulihan karena dengar-dengaran akan Allah (Wahyu 22:2,14; 2:7; Kejadian 2:17).

n. Semua orang yang ditebus akan melihat mukaNya dan namaNya akan ada di dahi mereka. Dosa tak ada disana (Kejadian 3:22-24; Wahyu 22:4; Kejadian 4:14-16; Matius 5:8; II Korintus 3:10-18; Keluaran 33:20-33).

o. Orang yang ditebus akan menyembah dan melayani Allah dan Anak Domba secara kekal sebagai imam raja menurut aturan Melkisedek (Wahyu 1:6; 5:9-10; 22:5).

6. Penjelasan Tentang Sorga. Allah menggunakan kemuliaan kiasan dan materi untuk menerangkan realitas rohani. Yang berikut adalah beberapa nama untuk menjelaskan tempat yang dinamakan Sorga:

a. Kemuliaan (Mazmur 73:24).
b. Kehadiran dan tangan kanan-Mu (Mazmur 16:11).
c. Rumah Bapa-Ku (Yohanes 14:2).
d. Tempat yang disediakan (Yohanes 14:2,3).
e. Kehadiran kemuliaanNya (Yudas 1:24).
f. Dengan Kristus (Filipi 1:23).
g. Sorga (Matius 6:19,20).
h. Kehidupan kekal (I Yohanes 5:11,12).
i. Firdaus (II Korintus 12:2-4).
j. Langit yang ketiga (II Korintus 12:2-4).
k. Kota Allah (Ibrani 11:10-16; 13:14; Wahyu 21:1,2).
l. Tanah air sorgawi (Ibrani 11:10-16).
m. Langit baru dan Bumi baru dengan Kota baru Yerusalem (II Petrus 3:13; Yesaya 65:17; Wahyu 21:1,2).

Disini orang percaya dijanjikan “pohon kehidupan” (Wahyu 2:7), tidak akan diganggu kematian kedua (Wahyu 2:11); batu dengan nama baru diatasnya (Wahyu 2:17); berkuasa bersama Kristus (Wahyu 2:26,27); pakaian putih dan namaNya di Buku Kehidupan (Wahyu 3:3-5; aman di Kota Allah (Wahyu 3:12). Ini hanya dapat menerangkan Sorga, tempat kediaman kekal bagi orang yang ditebus pada segala masa.

Yesus berkata bahwa Ia pergi “untuk menyediakan tempat” bagi milik-Nya, bahwa Ia akan datang kembali dan menerima milikNya kepada diriNya, supaya dimana Ia berada mereka juga ada disana (Yohanes 14:3). Dimana saja Yesus ada, disanalah Sorga. Sorga adalah tempat terang, kasih, kekudusan, kebenaran, penyembahan, pelayanan, kesukaan, damai sejahtera dan kehidupan kekal karena Yesus Juruselamat ada disana. Tidak ada kegelapan, kebencian dosa, ketidak benaran, keluhan, perselisihan, atau kematian disana. Dimana tidak ada hal-hal ini adalah Sorga. Alangkah indah dan berlayaknya pahala Allah yang menebus kita.

B. Neraka

Tempat Kediaman Mereka yang tak Ditebus. Neraka adalah tempat atau keadaan penghukuman akhir dari orang jahat, untuk semua orang yang mati di dalam dosa dan dalam keadaan tidak lahir baru (Wahyu 20:12-15).

1. Neraka adalah tempat yang sebenarnya, sama pastinya dengan Sorga (Matius 5:22,29-30; 10:28; 18:9; 23:15). Banyak yang suka menerima bahwa Sorga adalah tempat tetapi menolak bahwa neraka adalah tempat. Yang satu tak mungkin ada kalau yang satu tidak ada. Sebagaimana Allah mempunyai satu tempat kebahagiaan bagi yang ditebus yang melayani Dia, demikian juga Allah mempunyai satu tempat penghukuman bagi yang memberontak, yang melayani iblis. Yesus adalah Dia yang berkasihan secara sempurna itu, lebih banyak berbicara tentang neraka dari semua penulis Alkitab lainnya, dan tidak heran Ia melakukan itu karena Ia datang untuk menyelamatkan manusia dari neraka itu.

2. Neraka tidak dibuat untuk manusia tetapi disediakan untuk iblis dan malaikat-malaikatnya. Tetapi bila manusia memilih untuk malayani iblis di dalam hidupnya, manusia akan diam secara kekal dengan iblis di neraka (Matius 25:41).

3. Kitab Suci berbicara mengenai tiga bagian dunia di bawah dan masing-masing akan ditelan Gehena yaitu neraka yang terakhir.

a. Sheol atau Hades. Sheol atau Hades umumnya dikenal sebagai “tempat roh-roh yang terpisah” atau “keadaan tak kelihatan”. Kadang-kadang dikatakan sebagai kubur.

1). Ibrani. Kata Ibrani Sheol diterjemahkan sebagai neraka sebanyak 3 kali, sebagai kubur 31 kali dan sebagai lobang 3 kali (Ulangan 32:22; II Samuel 22:6; Mazmur 18:5; Ayub 11:8; 26:6; Mazmur 9:17; 16:10; 55:15; 86:13; Amsal 23:14; 15:14; 15:11; 27:20; Amos 9:2; Yunus 2:2; Yesaya 14:9,15). Dengan mempertimbangkan referensi-referensi ini menunjukkan bahwa sheol ada dibawah, di kedalaman, arah kebawah dan merupakan tempat kesakitan dan penderitaan, dan orang benar di Perjanjian Lama dijanjikan terlepas dari sheol itu.

2). Grika. Kata Grika Hades diterjemahkan neraka 10 kali, kubur 1 kali (Matius 11:23; Lukas 10:15; Matius 16:18; Lukas 16:23; Kisah 2:27,32; Wahyu 1:18; 6:8; 20:13, 14; I Korintus 15:55). Dalam ayat-ayat ini Hades digambarkan sebagai sesuatu yang dibawah yang mempunyai gerbang, suatu tempat bagi roh-roh yang terpisah dari orang mati, dan kehilangan kemenangannya atas orang benar, dan mungkin akan dilemparkan ke laut api, neraka yang terakhir. Jadi baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru menguatkan satu terhadap yang lain dalam informasi mengenai Sheol atau Hades, sebagai tempat roh-roh yang terpisah terutama roh-roh yang terpisah dari manusia di Perjanjian Lama.

b. Tartarus. Kata Grika Tartarus digunakan satu kali di Perjanjian Baru dalam II Petrus 2:4 dan diterjemahkan “neraka”. Pertimbangan atas ayat ini dibandingkan dengan Yudas 1:6 menunjukkan bahwa Tartarus adalah penjara, tempat tahanan, terutama untuk mahluk roh malaikat yang berdosa. Ini ada dibawah dan adalah tempat kegelapan dimana malaikat yang jatuh ini ditahan dan dikurung sampai waktunya malaikat diadili di tahta putih besar (bandingkan dengan I Korintus 6:3; Wahyu 20:11-15; II Petrus 2:4; Yudas 1:6).

c. Abyss. Bagian ketiga di bagian yang dalam di bumi (Mazmur 63:9; 139:15; Yesaya 44:23; Yehezkiel 26:20; Mazmur 88:6,13; Efesus 4:9) disebutkan Abyss, yaitu yang dalam atau lobang tak berdasar. Ini diterjemahkan berbagai cara di Perjanjian Lama dan Baru.

1). Ibrani. Kata Ibrani Abaddon yang diterjemahkan kehancuran di Perjanjian Lama dan Abaddon di Perjanjian Baru (Ayub 26:6; 28:22; 31:12; Mazmur 88:11; Amsal 27:20; 15:11; Wahyu 9:11).

2). Grika.

a). Apollyon adalah kata Grika dan diterjemahkan “kebinasaan” (Matius 7:13; Roma 9:22; Filipi 3:19; II Petrus 2:1; 3:16; Wahyu 9:11).

b).Jurang maut (Wahyu 9:1-3; 20:1-3, 7; Roma 10:7; Lukas 8:31 adalah Abyss). Jadi kita melihat dengan membaca referensi-referensi khusus ini bahwa Sheol dan Abyss dihubungkan, secara khusus juga disebut “penjara”. Jurang maut dilihat sebagai penjara didalam tanah, tempat tahanan, dan sebagai tempat tinggal roh-roh iblis, lobang yang lebih dalam dari Sheol dan Hades. Abyss adalah penghancuran, Abaddon, Apollyon, yang dalam, lobang tak terhingga. Dengan merenungkan refensi-referensi ini akan menunjukkan kepada kita bahwa setiap tempat atau bagian dari neraka, dunia dibawah atau dunia roh, adalah penjara atau tahanan untuk berbagai mahkluk yang telah menjual dirinya kepada si jahat. Tempat Sheol atau Hades adalah tempat untuk roh-roh manusia jahat yang telah terpisah terutama mereka yang tidak selamat, sejak kebangkitan Kristus, dan juga orang-orang Perjanjian Lama yang tidak lahir baru. Tempat Tartarus adalah tempat roh-roh malaikat yang jatuh.

c) Tempat Abyss atau jurang maut adalah tempat untuk roh-roh setan. Sama seperti manusia menempatkan para kriminal yang dipersalahkan dan pelanggar hukum di sel-sel yang berbeda-beda sesuai pelanggaran mereka, masing-masing menunggu keputusan dan pengadilan terakhir untuk kasus mereka, demikian pula Allah mempunyai tempat tahanan dimana Ia mengunci para terpenjara sampai pada pengadilan tahta putih besar, waktu semua akan diadili dan dihukum untuk ke neraka terakhir yaitu Gehenna.

d) Gehenna. Neraka terakhir dan kekal terlihat dalam kata Grika “Gehenna” yang sebenarnya berarti lembah Hinom. Ini diterjemahkan neraka 12 kali di ayat-ayat Matius 5:22, 29-30; 10:28; 18:9; 23:15, 33; Markus 9:43, 45, 47; Lukas 12:5; Yakobus 3:6. Ini diterjemahkan laut api 5 kali (Wahyu 19:20; 20:10, 14-15; 21:18).

3). Perjanjian Lama. Persamaan di Perjanjian Lama didapati pada kata Ibrani Tophet atau Topheth yang berarti mezbah. Secara historis kata ini mempunyai arti:

a) Waktu orang Israel jatuh pada penyembahan berhala dan mulai menyembah Baal, mereka menggunakan satu bagian dari lembah di sebelah timur Yerusalem untuk membakar hidup-hidup anak mereka, dan membakar sampah kota dengan api dan belerang. Bagian dari lembah ini disebut Tophet atau lembah tubuh yang mati. Disinilah raja-raja yang jahat menyuruh anak-anak mereka berjalan melalui api bagi dewa Baal dan Molok dewa matahari dan api (Imamat 18:21; Ulangan 18:10; Yehezkiel 23:27, 39; II Tawarikh 28:3-4; 33:6; Yeremia 7:31; 19:1-12). Beribu-ribu anak ditempatkan di atas tangan logam panas merah dari dewa besar itu, dan sementara terpanggang hidup-hidup teriakan mereka yang menyeramkan ditutup dengan bunyi canang dan pekikan para penyembah yang hingar-bingar. Mereka juga menutupi teriakan anak-anak dengan genderang. Oleh sebab itu dikatakan sebagai:

(1) Lembah Hinom (Yosua 15:8; Nehemia 11:30; 18:16).
(2) Lembah anak-anak Hinom (II Raja-raja 23:10).
(3) Lembah anak Hinom (II Tawarikh 28:3; Yeremia 23:35).
(4) Lembah mayat (Yeremia 31:40).
(5) Lembah tangisan anak-anak (II Tawarikh 28:3-4; 33:6).

b) Tempat ini juga menjadi tempat buangan sampah kota Yerusalem. Disini tetap ada api menyala yang menggunakan belerang. Dari lembah ini muncul asap yang berbau busuk dan menjijikan terus-menerus. Dari Tophet di Perjanjian Lama digunakan kata Gehenna di Perjanjian Baru yang digunakan Tuhan Yesus untuk menggambarkan neraka yang terakhir yaitu laut api.

4). Perjanjian Baru.

(1) Neraka adalah lembah tempat mayat dan jiwa dari mereka yang tidak lahir baru (Matius 5:29-30; Lukas 12:5).

(2) Neraka adalah lembah rintihan, tangisan dan ratapan mereka yang terhilang (Matius 13:45, 50).

(3) Neraka adalah tempat para munafik, yang seperti ular (Matius 23:14-15, 33).

(4) Neraka adalah tempat api dan belerang (Wahyu 19:20; 20:10, 14-15; 21:8).

(5) Neraka adalah tempat siksaan yang mengerikan (Wahyu 14:9-11; Lukas 16:19).

6) Neraka adalah tempat yang terus berasap (Wahyu 14:10-11).

(7) Neraka adalah api yang tak pernah padam (Markus 9:43-49).

(8) Neraka adalah tempat dimana “ulat” yaitu kata hati tidak mati (Yesaya 66:24; Mazmur 21:9; Ayub 24:20; Kisah 12:20-23; Markus 9:43-48).

(9) Neraka akan berlaku kekal. Hukuman kekal adalah sepanjang kehidupan kekal (Matius 25:46; Daniel 12:2; Roma 6:23; Yudas 1:7; Wahyu 14:11).

(10) Neraka adalah tempat dimana orang jahat dan tidak lahir baru “digarami” seperti korban di mezbah (Mazmur 9:48-49). Karena menolak korban Allah di Kalvari, menjadi korban di mezbah ini (kata Ibrani Tophet berarti mezbah).

(11) Neraka adalah suatu tempat di alam semesta sebagai penjara kekal bagi yang jahat, manusia dan malaikat (Yesaya 66:22-24;Wahyu 14:9-11; Yesaya 65:17).

(12) Neraka dipersiapkan bagi iblis dan malaikat-malaikatnya. Orang yang tidak ditebus akan ada di tempat itu juga (Yesaya 30:33; II Petrus 2:4; Yudas 1:6; Matius 25:41, 46; Wahyu 21:8.

(13) Neraka adalah untuk semua orang yang namanya tidak tertulis di buku kehidupan (Wahyu 2:11; 20:14; 21:8; 20:11-15.

(14) Neraka disebut kematian kedua (Wahyu 2:11; 20:11-15; 21:8).

(15) Neraka berada di luar Yerusalem Baru (Wahyu 21:8; 22:14-15).

(16) Neraka adalah tempat yang selama-lamanya memalukan dan menjijikkan (Daniel 12:2; Roma 2:16).

(17) Neraka adalah tempat perapian (Matius 13:42, 50; 25:41, 46).

d. Nama-nama lain untuk neraka:

(1) Penghancuran (Matius 7:13; Filipi 3:19).
(2) Kebinasaan (Ibrani 10:39; II Petrus 3:7).
(3) Terhilang (Yohanes 17:12).
(4) Binasa (Yohanes 3:16).
(5) Kematian kedua (Wahyu 21:8; 2:11).
(6) Murka Allah (Roma 2:6-9; Efesus 5:6; Yohanes 3:36; Roma 1:18).
(7) Tempat siksaan yang kekal (Matius 25:46).
(8) Kegelapan di luar (Matius 8:12; 24:51; 25:30).
(9) Api tak terpadamkan (Markus 9:43).
(10) Api yang kekal (Markus 9:43; Matius 25:41; Yudas 1:7; Ibrani 6:8).
(11) Ratapan dan kertak gigi (Matius 13:42,50; 8:1; 22:13; 24:51; 25:30; Lukas 13:28).
(12) Pohon yang dibakar (Matius 7:19).
(13) Sekam di dalam api (Matius 3:12).
(14) Dapur api (Matius 13:41,42).
(15) Lalang dan ikan yang dipisahkan dan dibuang (Matius 13:30, 48).
(16) Kehancuran kekal (II Tesalonika 1:9).
(17) Hukuman kebinasaan selama-lamanya (II Tesalonika 1:9).
(18) Kegelapan malam (Yudas 1:13, II Petrus 2:4).
(19) Asap api yang menyiksa (Wahyu 14:11).
(20) Ulat yang tak mati (Markus 9:44, 46, 48).
(21) Hukuman kekal (Markus 3:29; 16:16).
(22) Kebangkitan kepada penghukuman (Yohanes 5:29).
(23) Terkutuk (Ulangan 27:26; Matius 25:34, 41; Galatia 3:10).
(24) Mati di dalam dosa (Yohanes 8:21, 24; Roma 6:23).
(25) Laut api dan belerang (Wahyu 21:8).

Kitab Suci menunjukkan bahwa neraka adalah tempat penghukuman kekal. Neraka adalah tempat terkutuk yang dipilih sendiri, yang dikenakan sendiri, hasil yang tak dapat dihindari dari dosa seseorang.

e. Penghuni neraka:

(1) Antikristus dan nabi palsu, dua oknum yang pertama dicampakkan kedalam laut api (Wahyu 20:1-10).

(2) Iblis dicampakkan kedalam laut api pada penutup masa 1000 tahun (Wahyu 20:1-15).

(3) Malaikat yang jatuh juga akan dicampakkan kedalam neraka (II Petrus 2:4; Yudas 1:6).

(4) Roh-roh setan yang jatuh juga akan dicampakkan kedalam neraka (Lukas 8:26-31).

(5) Orang yang tidak ditebus dan yang tidak lahir baru dari semua manusia akan dicampakkan ke neraka, laut api itu, setelah pengadilan tahta putih besar. Semua yang namanya tidak tertulis di buku kehidupan kekal dicampakkan kesana (Wahyu 14:9-11; Wahyu 20:11-15).

(6) Akhirnya maut dan Hades/Sheol, Tartarus dan jurang maut, semuanya dicampakkan kedalam neraka yang terakhir ini, laut api dan belerang (Wahyu 20:14; Hosea 13:14; Yesaya 25:6-9; I Korintus 15:26, 54-55).

f. Tempatnya neraka.

Ada dua pandangan mengenai dimana neraka terakhir itu tempatnya. Pandangan pertama bahwa di alam semesta ini akan ada satu tempat dimana Allah akan menempatkan para penghuni neraka. Pandangan lainnya yaitu di suatu tempat di bumi ini yang menjadi neraka terakhir pada penutup masa kerajaan 1000 tahun. Rupanya pandangan ini yang lebih konsisten di antaranya dengan melihat Firman Tuhan II Petrus 3:3-9 dan Wahyu 20:11-15; 21:1.

Demikianlah penjelasan singkat tentang neraka, namun tempat itu adalah tempat yang harus dihindari. Manusia perlu mengetahui tentang neraka supaya melarikan diri dari neraka itu dan kembali kepada kasih karunia Allah yang telah dinyatakan didalam Tuhan Yesus Kristus.

[email protected](Dari buku yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Majelis Pusat GPdI dan diperbanyak oleh Departemen Literatur dan Media Massa).

Author :

Related Post

Post a comment